Saturday, June 14, 2014

Ngaos…”Ngaji On the Sreet” ala "Penjara Suci"




Ngaos (baca: Ngaji On The Street) yang di gagas oleh ODOJ menurut saya berhasil menarik perhatian, bukan hanya pas hari H saja, bahkan setelahnya, karena keesokan hari setelah Ngaos diadakan, beritanya muncul di Koran

Lagi asyik – asyik kerja di kantor, tetiba seorang Bapak nyeletuk “makin aneh aja Odoj ni, masa ngaji di jalan???”

Saya yang lagi posting – posting berita berusaha nyantai tak menanggapi, tapi teman akhwat yang duduk di belakang meja saya menjawab “si Ade (nama panggilan saya) ikut lho Pak, ya kan De??”

Belum sempat saya menjawab, si Bapak menyambar “oya?? Gimana De? Aneh kan??”

Akhirnya saya harus menjawab, karena sudah ditanya langsung, jawab saya “gak Pak, biasa aja, karena emang udah biasa sih, dulu kami di SMA juga gitu”

Si Bapak nanya lagi “o, di SMA?? Kok bisa ada acara begitu??”

Feeling nostalgic : ”iya Pak, ketika ada waktu luang, apalagi pas ramadhon, kami di ajarkan untuk tilawah dimana saja, di kelas, di pelataran sekolah, di taman sekolah, di pinggir kolam, di saung yang berdiri di tengah sawah..dimana saja, asal tempatnya bersih..”

*Senyap*

Aku kembali bekerja, si Bapak masih membaca Koran, dan temen akhwat ku lanjut tilawah, tapi pikiran ku masih menganalisa…

credit by: http://aldidesmet.blogspot.com
Ya, mungkin ODOJ apalagi dengan Ngaos-nya, adalah hal baru bagi sebagian orang, mungkin bahkan ketika mengikuti acara Ngaos, ada yang merasa kurang nyaman, malu, sungkan, karena harus tilawah di tengah keramaian yang lazimnya orang – orang bersenda gurau, mengobrol bebas, menunggu atau melakukan aktifitas lain, tapi kita malah tilawah…dipandangi oleh banyak pasang mata yang heran, penasaran…

Tapi itulah tantangannya, tantangan membiasakan kebaikan…

Namun bagi sebagian orang itu bukan lagi hal yang aneh, tilawah di tengah keramain yang tidak lazim bisa jadi adalah hal lumrah, tilawah sambil nunggu service motor, nunggu ibu belanja belanji di mall, nunggu makanan datang di kantin, nunggu dosen/guru masuk ke kelas…

Alhamdulillah, Kami dulu di “penjara suci” Nurul ‘Ilmi dibiasakan seperti itu, selalu ada taujih dari ustadz/ah dan kakak maupun abang kelas tentang kebaikan tilawah 1 hari 1 juz, tentang mengisi waktu luang dengan baik bukan dengan ke sia – sia an, salah satunya adalah dengan tilawah,

Apalagi kalau kalian datang saat Ramadhan ke “penjara suci kami”, setiap siswa yang berlalu lalang, menggendong tas di punggung atau di bahu, dan tak lupa menggenggam atau memeluk mushaf di tangan, itu pemandangan biasa bagi kami, bila jam istirahat tiba, hampir semua membuka mushaf, tilawah mengambil posisi masing – masing…selain tempat – tempat yang ku sebutkan tadi, juga ada yang di bawah pohon, di atas pohon, di tower air, hahaha…agak aneh memang, tapi namanya juga anak – anak…ada banyak imaji dalam kepala,

Aku rindu masa – masa itu, masa dimana kebaikan adalah budaya, kebiasaan, tak ada yang mempertanyakan apalagi mengatakan aneh, malah semua berlomba – lomba, fastabiqul khoirot…

Hari ini, kesempatan itu sepertinya terbuka lebar, sekelompok pemuda Rabbani Indonesia, mulai mewujudkannya, Barakallahulakuma Odojers…semoga berkah Allah selalu melimpahi mu dan cinta ummat ini kepada Al-Qur’an semakin besar, semakin lekat…

Salam cinta dan ukhuwah ^^

Adew, Odoj 1051

Kamar Biru, 14 Juni 2014
 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...