Monday, March 30, 2015

Titik Balik

Jika aku matahari, maka kini aku berada di titik kulminasi
Setelahnya, aku tergelincir, tanggelam
Bagiku kematian adalah terror sekaligus solusi
Menjembatani dua ruang kehidupan berbeda
Namun sama – sama tak lekang dari masalah
Permasalahan seperti cangkang yang menempel dengan lem super
Pada punggung ku dan punggung mu
Kita hanya butuh kesabaran tanpa batas
 Tapi jika matahari pun memiliki titik kulminasi, padahal ia tak punya hati
Ku pikir aku akan mengikutinya
Tenggelam, meski untuk terbit lagi
Jika kematian adalah terror dan solusi
Maka ku pikir aku akan menantinya memutuskan menjadi jalan perpisahan atau pertemuan
Lalu aku tersadar, aku bukan mentari yang di cipta tak punya hati
Aku punya dua bejana
Fujur dan taqwa
Namun berada di titik kulminasi ini, membuatku tak bisa membedakannya
Sebuah kesimpulan, aku hidup tetapi sudah mati atau aku mati tetapi masih hidup
Kurasa keduanya bukan pilihan
Tapi keduanya benar – benar gambaran paling jelas tentang ku saat ini


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...