Tuesday, February 18, 2014

Napak Tilas : "Masa Kecil Senang" ^^




Gegara status ku di atas, ku jadi ingat masa kecilku..masa kecil yang pastinya gak biasa karena memang aku berbeda..

Sejak aku bisa mengingat, jarang sekali rasanya aku bermain di luar rumah bersama teman – teman, pernah, tapi jaraaaannnnggg banget, belakangan setelah aku “gede” hahaha…kok pake tanda kutip ya??? Habisnya emang aku gak gede – gede, kata teman – teman masih cocok duduk di kelas 4 SD ^^
Yup, belakangan baru aku sadar, mungkin karena dulu sakit ashma ku parah banget, belum lagi segudang larangan karenanya:

“Kak, jangan main boneka, berbulu, banyak debunya!!!”
“Kak,jangan lari – lari nanti kecapean!! ”
“Kak, jangan main bola, karena itu juga lari – lari!!!”
“Kak, jangan main air, ntar kedinginan!!!”
“Kak, jangan lompat – lompat!!”
“Kak, jangan megang – megang kucing!!!”
“Kak, jangan minum es!!!”
“Kak, jangan makan gorengan!!!”
“Kak, jangan main di luar ya, musim kemarau banyak debu”
“Kak, jangan main di luar ya, musim ujan, dingin”
*trus musim apa dunk baru boleh main?!?!?!?! T_T*
 Buaaanyaaakkkk lagi larangan lainnya,jangan duduk di lantailah, harus pake tikar, jangan ngumpet di bawah kolong, banyak debu, jangan seru – seru ketawanya, ntar malam ashma-nya kambuh…
Huaaa…. T_T, dulu sering banget nangis karena di larang main…

Sering banget menatap iri adik – adik ku yang bebas bermain apa saja…

Tapi emang dasar orang tua ya, selalu ingin yang terbaik untuk anaknya,
Nah, karena aku tidak boleh banyak aktivitas fisik jadilah mama ku mengajari ku membaca, menulis dan berhitung sejak dini, untuk mengalihkan perhatian ku dari aktivitas bermain, dan sepertinya berhasil, aku memang tergila – gila dengan yang namanya membaca, menulis dan berhitung, juga menggambar dan mewarnai (yang ini gak di ajari, emang bakat kek nya ^^)

Padahal saat itu aku belum lagi masuk TK, 

Waktu itu rasanya bangga banget udah bisa calistung di usia yang belum lagi 4 tahun, orang tua ku pun memang sering membangga – banggakan aku di depan saudara atau teman – teman mereka, pastinya untuk membesarkan hati ku…

Kemudian aku tumbuh dengan segudang prestasi akademik.. dan seluruh keluarga sangat bangga, mereka selalu meng-apresiasi prestasi ku, rasanya terbalas semua larangan – larangan itu, karena aku bebas meminta apapun dan semua terkabul…

Boneka ulil,boneka kucing, boneka beruang, meja belajar warna pink, spring bed warna pink, sepeda, tas koper merk president * dulu terkenal banget ni ^^* buku gambar segala ukuran, buku tulis merk kiky, harus merk kiky karena pasti gambarnya lucu – lucu dan di dalamnya warna warni, buku mewarnai dari yang paling sederhana dan paling rumit, buku menggunting dan menempel, pensil warna segala jenis dan paling lengkap…komplit dah pokoknya bahkan sampai rautan segala bentuk, pensil segede gaban, pulpen beragam warna ahhhh…masa – masa mengenang semua itu selalu indah, karena semua hadiah – hadiah ku itu beneran segudang ^^ , sampai – sampai Ayah merelekan gudang penyimpanannya untuk menampung semua barang – barang ku, tapi Ayah gak keberatan bahkan membantuku merawatnya…
 
credit by: http://cariinfo-nesya.blogspot.com
Masa – masa TK sampai SMP sangat mudah ku lewati, semua pelajaran mudah saja, sampai – sampai sering terucap “apa sih yang aku gak bisa???”
Kalo aku udah nyombong gitu di depan teman – teman, mereka selalu koor menjawab “Olah Raga!!!”
Hahahaha,,,,, dan aku hanya tertawa, urusan satu itu memang menyebalkan, aku sangat ingin bebas berlari – lari, main basket, main kasti, tapi tak apalah…karena bisa ikut senam aja udah membuat ku senang bukan kepalang…sampai – sampai aku menang “senam creator” ^^

Tapi kenapa masa – masa mudah itu hanya sampai SMP????

Ya, karena di SMA aku merasa bosan, aku bertanya – Tanya
“semua prestasi itu untuk apa sih???”
“untuk hadiah???”
“tapi aku bosan, benar – benar bosan dan hadiah – hadiah ku sudah banyak”

SMA, aku dilanda kebosanan, aku muak dengan angka – angka apalagi SMA ku di kelas IPA…habis sudah…

Nilai – nilai ku terjun bebas, aku menyalahkan banyak hal…

Bilangan usia ku bertambah, tapi sepertinya kedewasaan ku tidak..

Tidak ada prestasi akademis di SMA, aku mencoba hal baru untuk katarsis, yaitu: drama
*dari pada aku katarsis nendang kucing mending aku ikut drama kan????
Ketika mengumpulkan ide cerita, menuliskannya sampai memerankannya aku merasa hidup, aku bersemangat..apalagi ketika menerima hadiahnya,,, wah,,, omong kosong tentang akademik, aku sudah menemukan duniaku !!!

Tapi aku tetap menjadi seperti itu, “bertambah bilangan usia, tapi tidak bertambah dewasa”, sampai sekarang bahkan setelah aku selesai kuliah dan bekerja..

Hari ini setelah aku menapak tilasi…memang ada yang salah…
Seharusnya ketika dulu aku bersemangat sekali belajar, ada yang menghentikanku, mengajakku bermain, tak harus lari – larian, tak harus lompat – lompat…bisa jadi bermain puzzle, bermain lego, bermain boneka tangan, bermain bongkar pasang…

Harusnya dulu ketika aku bersemangat sekali belajar ada yang mendampingi dan memberitahukan bahwa belajar itu perintah Allah, karena ingin syurga Allah maka kita belajar, sehingga aku tidak perlu disorientasi…

Hhmmm…ada banyak hal yang menjadi catatan ku untuk masa depan, untuk kelak mendidik anak – anak ku, dan di masa depan pasti lebih berat lagi tantangannya…ancaman ada dimana saja, bukan hanya di luar rumah bahkan di dalam rumah itu sendiri…

Anak – anak kita kelak, mungkin tidak harus sekolah di sekolah formal ya, karena pasti sulit mencari SD yang usia 7 tahun baru diajarkan calistung, sangat sulit, karena sekarang masuk TK aja udah pakai tes baca tulis, hiks..

Pada akhirnya, aku bertekad untuk tetap menggapai cita – cita ku menjadi arsitek walau aku lulusan kampus IT, namun ini bukan sekedar arsitek, melainkan ARSITEK PERADABAN
Aamiiin..aamiin ya Robbal ‘alamiin..

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...