Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Tuesday, December 22, 2015

Embun Pagiku


capt by dew
Duhai embun pagiku
Sungguh ku sangat merindu
Bahkan dalam jarak yang begitu dekat
Aku merasa jauh darimu

Masih kuingat badai kemarin
Deburan ombak yang menghantam bahtera kita
Namun yang kulihat justru senyum ringan dari bibir mungilmu
Senyuman yang begitu menenangkanku

Monday, March 30, 2015

Titik Balik

Jika aku matahari, maka kini aku berada di titik kulminasi
Setelahnya, aku tergelincir, tanggelam
Bagiku kematian adalah terror sekaligus solusi
Menjembatani dua ruang kehidupan berbeda
Namun sama – sama tak lekang dari masalah
Permasalahan seperti cangkang yang menempel dengan lem super
Pada punggung ku dan punggung mu
Kita hanya butuh kesabaran tanpa batas

Monday, September 1, 2014

17 Agustus


17 agustus adalah napak tilas
menapaki makna "mengapa akhirnya Indonesia memutuskan harus merdeka"
menilasi jejak cara berfikir
"mengapa Indonesia pantas merdeka"
menapak tilasi sejarah dengan pemahaman berbeda,
bahwa nasionalisme kita sejak awal adalah tanpa sekat
sumber nasionalisme kita bukan sekedar kata - kata yang terangkai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau kamus Bahasa manapun!

Saturday, November 23, 2013

Fragmen Kangen : Seven Segment

Desain foto ini by Saga dan ku buat lebih nge-blur ^^ afwan nand

Satu episode kehidupan telah berlalu,

Yaitu menjadi mahasiswa

Sebuah peran yang jauh dari angan ku dulu

Bahwa: aku pernah dilarang kuliah



Satu episode tentang menjadi mahasiswa telah berlalu,

Namun memberikan kenangan yang akan terus ku ingat

Sepanjang episode – episode yang lain dari kehidupanku

Bahwa: aku pernah memiliki sahabat – sahabat yang keren



Aku bertemu mereka, dalam kesendirian di tengah keramaian

Mereka tak hadir begitu saja,

Melainkan membawa berjuta keceriaan

Canda, tawa, diskusi semakin akrab menemani kami

Mengisi hari – hari,

Bahkan belum lagi malam berakhir

Sudah kuinginkan esok segera menjelang

Untuk bertemu mereka

Saturday, November 16, 2013

Pujangga Patah Hati














Aku pujangga tanpa pena,
Pena ku telah ku buang bersama berlalunya senja
Sejak pagi aku menimbang - nimbang
Apakah aku berhenti menulis puisi karena patah hati???

Aku pujangga tanpa inspirasi,
Inspirasi ku telah hilang bersama terbenamnya mentari
Sepanjang siang aku sibuk merangkai kata
Akhirnya aku menyerah

Aku memutuskan tak ada lagi pena
Agar tak bisa aku tuliskan inspirasi
Karena aku patah hati
Tak kenal lagi aku pada puisi

Malam ini, biarkan saja kertas ku kosong...

-AF-
puisi ini adalah puisi jawaban atas puisi sahabat ku Listi Mora 
seorang sahabat, istri dan Ibu yang luar biasa, bagi ku dialah sastrawan 

Friday, November 15, 2013

Semalam di Waduk Sermo



Semalam di Waduk Sermo

Kita segan untuk bertanya

Apa gerangan keuntungan yang kita dapatkan

Dengan melewatkan satu malam di akhir pekan

Tanpa nonton film kesayangan

Tanpa hangout bersama teman – teman

Tanpa begadang di kosan

Biasanya akhir pekan adalah waktu kita untuk liburan

Dari tugas – tugas kuliah yang membosankan

Tapi malam ini berbeda

Kita terjebak oleh rayuan

Seseorang yang padanya kita sungkan

Friday, October 11, 2013

Meski Hanya Sebesar Butir Pasir

Kukup Beach

 Aku tak pernah tahu sebelumnya...
Beginikah yang namanya IKHLAS ???
Beginikah yang namanya RIDHO ???
Beginikah rasanya meMAAFkan???

Rasanya seperti aku berada di tempat yang luas
Di tempat yang aku tak dapat melihat mana ujungnya
Di tempat seperti hanya ada aku
dan sebuah cahaya terang tetapi ramah tak menyilaukan
Cahaya yang hangat, nyaman, dan aku tak ingin pergi
Seperti ada di tepi laut...sendiri...
Rasanya hanya lapang, hanya itu
Oh ya..dan ada bahagia, seperti aku selalu ingin tersenyum..

Terima kasih ya Allah...

Cinta Mu yang sedikit ini saja sudah begitu indah kurasa,
Apalagi yang ku cari pada makhluk Mu ???
Tak akan ada yg ku dapatkan!!

Aku pada Mu ya Allah...Aku cinta pada Mu ya Allah...

Terima Kasih telah melapangkan hati ku...

AF, 11 Oktober 2013

Wednesday, September 25, 2013

Puisi Cinta


Ada cinta, bertebaran di penjuru kota..

Menjajakan keindahan sekaligus kepedihan

Cinta yang absurd

Samar tak berbentuk

Cinta yang disorientasi

Miskin visi dan tujuan

Cinta yang pada akhirnya tidak dapat didefinisikan sebagai cinta

Dia hanya cerita tentang orang – orang  berputus asa dari Rahmat tuhannya

Namun mengatasnamakan cinta

Sibuk, memamerkan kulit – kulit mulus tak dibungkus

-AF, 25 september 2013-

Friday, July 19, 2013

Cermin





Besok, 
Ketika kau bangun di awal pagi, dan tak kau dapati apa yang kau cari
Akankah engkau masih bersemangat mengawali hari?

Kemarin,
Saat kau bangun, ada sesuatu yang kau tuju
Bahkan terik matahari pun tak mampu mematahkan langkah mu

Lusa,
Engkau masih belum menemukan apa yang hilang
Dan ternyata segaris senyuman masih bertengger indah di wajahmu

Ah, betapa aku ingin menjadi seperti mu
Tak hirau akan kefanaan dunia
Meyakini apa yang kau miliki sesungguhnya tak abadi

“Rasa berat hati pasti menggelayuti, namun sekali saja kau bersabar atas sebuah kesulitan,
Percayalah, efeknya bukanlah rasa jera, melainkan ketagihan” itu nasehat mu

Dan aku mencoba, menjadi seperti seorang atlet halang rintang
Walaupun bukan menjadi yang pertama,
Setidaknya aku menang melawan ketakutan dan kebodohan diri ku

Kau juga bilang:
“Sungguh beruntung menjadi seorang muslim, jika ia di uji maka ia bersabar, dan jika ia mendapat nikmat maka ia bersyukur”

Baiklah, kita fastabiqul khoirot ya..
Sampai engkau menemukan apa yang kau cari ketika kau bangun dari tidur mu
Bahkan sampai kau tak mampu lagi membuka kelopak mata

Kita, fastabiqul khoirot…
-AF-

Thursday, July 18, 2013

Di Perbatasan



















Di perbatasan waktu, aku masih menunggu..
Lelah?
Tapi sudahlah, tak usah hiraukan
Di perbatasan waktu, aku sibuk pada amal – amal
Masih menanti sebuah janji..
Lelah?
Ya, tapi itu manusiawi…
Di perbatasan waktu, aku mengkaji diri
Menelusuri satu per satu lagi pengalaman
ada banyak pelajaran,
menyadari bahwa hidup ibarat pedati
pepatah lama, klasik, namun fakta
aku semakin menua…
dan masih menanti…
lelah?
Ya, tapi jika Ia ridho pada penantian ku
Pada gelisah ku
Apa lagi yang kucari???
Aku akan terus melagu rindu
Di perbatasan waktu..

-AF-
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...